Thursday, January 4, 2018

UIN Jakarta Tutup Tahun 2017 Dengan Pertandingan Catur

Para Pemenang UIN Jakarta National Chess Competition 2017
Mengakhiri tahun 2017 kemarin, melalui Bagian Kemahasiswaan menggelar UIN Jakarta National Chess Competition 2017 pada Sabtu (30/12/2017) di Gedung Kemahasiswaan UIN Jakarta. 

Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan Alumni dan Kerjasama Raden Trisno Riyadi MM menjelaskan, UIN Jakarta National Chess adalah ajang pertandingan Catur Nasional tingkat mahasiswa yang diselenggarakan oleh Divisi catur FORSA UIN. 

“Pertandingan ini merupakan pertandingan catur cepat (15 menit) individu, yang di ikuti 28 perguruan tinggi di Indonesia dengan jumlah peserta 92 mahasiswa,” ujar Trisno melalui surat elektroniknya, Ahad (31/12/2017). 

Nah ada yang menarik disini, menurut Trisno, pertandingan UIN Jakarta National Chess Competition 2017 ini juga diikuti mahasiswa tunanetra (disabilitas) dari Universitas Pasundan Bandung.

UIN Jakarta Kembali Menorehkan Prestasi Dengan Jurnal Terakreditasi

Dekan FITK Bersama Tim Jurnal FITK
UIN Jakarta kembali menorehkan prestasi atas terbitan tiga jurnalnya yang telah di akreditasi oleh Kemenristekdikti. Tiga Jurnal Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) tersebut terakreditasi B. Sebagaimana pengumuman yang diterbitkan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan menerbitkan pemberitahuan hasil Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah Elektronik Periode II 2017 melalui surat Nomor 3572/E5.2/SE/2017 tanggal 19 Desember 2017.

Tiga jurnal tersebut adalah Arabiyat: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (ISSN 2442-9473), EDUSAINS (ISSN 2443-1281), Jurusan Pendidikan IPA, dan Jurnal FITK “TARBIYA Journal of Education in Muslim Society” Dekan FITK Prof Dr Ahmad Thib Raya MA sangat mengapresiasi prestasi yang telah dicapai Tim Jurnal FITK, sehingga melahirkan akreditasi.

Mahasiswi UIN Jakarta Meninggal Bukan Karena Difteri

Tim dari FKIK UIN Jakarta

Belakangan ini tersiar kabar bahwa salah satu mahasiswi dari kampus UIN Jakarta meninggal dikarenakan terkena penyakit difteri. Akan tetapi, kasus meninggalnya Aufatul Khuzza (19) atau yang akrab disapa Aufa ini, bukan disebabkan oleh infeksi difteri. Melainkan ia meninggal karena sakit tenggorokan dan demam yang sudah dideritanya sejak lama. 

Demikian ditegaskan Dekan Fakultas Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Jakarta Prof Dr Arief Sumantri kepada BERITA UIN Online di ruang kerjanya, Rabu (3/1/2018). Arief mengatakan hal itu setelah dirinya bersama tim dari FKIK melakukan konfirmasi kepada pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Banten di kota Serang di mana Aufa dinyatakan meninggal. 

Direktur Diktis Mengapresiasi Pertambahan Jurnal Terakreditasi Milik UIN Jakarta

Prof. Dr. Arskal Salim GP MA, selaku Direktur Diktis
Bagi dosen dan sebuah lembaga pendidikan perguruan tinggi, jurnal terakreditasi merupakan salah satu faktor yang penting. Dahulu, jika seorang dosen memiliki publikasi di jurnal terakreditasi dikti (bukan terakreditasi yang lain), maka dia memiliki privilege untuk mendapatkan kenaikan jabatan fungsional dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun. Tentu saja dengan syarat kum dan prosentase kum terpenuhi. Sehingga pertambahan jurnal sangat diapresiasi.

Contohnya oleh Direktur Pendidikan Tinggi Islam (Diktis), Ditjen Pendis, Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Arskal Salim GP MA. Beliau mengapresiasi pertambahan jurnal ilmiah terakreditasi di lingkungan UIN Jakarta. Ia berharap kualitas jurnal ilmiah terus dirawat dan ditingkatkan sehingga menjadi jurnal internasional terindeks Scopus. Menurutnya, bertambahnya jumlah jurnal UIN Jakarta yang terakreditasi nasional memberi kepercayaan diri yang kuat atas kompetensi publikasi segenap sivitas akademika UIN Jakarta.